Saturday, April 19, 2014

Laporan Observasi Kelompok 4

Hi semua, kali ini saya akan memposting tentang hasil dari observasi yang kami lakukan, berikut laporannya dan kami juga melampirkan -dapat diclick agar dapat melihat slide kelompok kami, Slide Laporan Observasi Kel.4 (Ganjil) :



Kelompok                   :  4
Ketua Kelompok        :  Nanda Lukita Audi (101301105)
Anggota Kelompok    :  Ilmi Khoir Purba (131301003)
                                                   Felix Christian Sianturi (131301111)
                                                   Evelyn (Saya Sendiri) (131301135)
                                                   Yunike Mariana P (131301137)

A.    EVALUASI
Observasi dimulai dengan mencari sekolah mana yang akan menjadi objek observasi. Awalnya kelompok kami ingin melakukan observasi di SD Taman Siswa yang berada di Setia Budi, namun pihak sekolah tidak mengizinkan untuk melakukan penelitian. Akhirnya kami mencari sekolah lain yang tidak jauh dari SD tersebut. Sekolah yang menjadi objek observasi kami yaitu Taman Kanak-kanak Khansa Medan.
Ketika sampai di TK tersebut kami disambut dengan hangat oleh Kepala Sekolah dan Guru-guru yang berada di sana. Kami menyampaikan tujuan kami untuk melakukan observasi, dan Ibu Kepala Sekolah menyetujuinya. Dengan syarat membawa surat izin dari fakultas.
Pada tanggal 4 April 2014,  kami melaksanakan observasi. Setiap anggota kelompok telah memiliki tugas masing-masing. Kami melaksanakan observasi sesuai dengan tugas yang diberikan, dan saling membantu jika sesama anggota ada yang kesulitan.
Kami melakukan wawancara dengan Kepala Sekolah dan para guru untuk mengetahui bagaimana sikap anak-anak sehari-hari, materi pelajaran yang diberikan, jumlah uang sekolah, dan lama waktu belajar.
Observasi dilakukan selama 40 menit, dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 08.40 WIB. Observasi yang dilakukan berjalan dengan lancar dan kami mendapatkan informasi tentang bagaimana proses pembelajaran, sikap anak serta pengaruh lingkungan sekolah terhadap perkembangan kognitif anak.

B.    PROFIL SEKOLAH
Nama Sekolah                  :   YAYASAN PENDIDIKAN KHANSA MEDAN
Alamat Sekolah                :    Jl. Setia Budi Pasar I No 60 Tanjung Sari Kec. Medan Selayang
Telepon                             :    061-8214315
Uang Sekolah                   :    TK A dan TK B = Rp.150.000
                                               Playgroup = Rp.180.000
Jumlah Kelas                    :    6
                                               TK A = 2 kelas
                                               TK B = 3 kelas
                                               Playgroup = 1 kelas

C.    LAPORAN OBSERVASI
~   Tanggal Observasi  :    4 April 2014
Waktu                               :    08.00-08.40 WIB
Pembagian Tugas             :    Wawancara            : Nanda Lukita Audi (101301105)
                                                                                Yunike Mariana (131301137)
                                               Notulen                  : Ilmi Khoir Purba (131301003)
                                               Dokumentasi          : Felix christian sianturi (131301111)
                                                                                  Evelyn (131301135)
Narasumber                      :    Zunaidar Nasution S.Pd (Kepala Sekolah)
                                               Seluruh Guru TK Khansa
Suasana Observasi            :    Suasana observasi sangat menyenangkan. Observasi dilakukan di dalam dan di luar ruangan. Para guru pengajar sangat ramah dan bersahabat. Mereka banyak memberitahu kami informasi tentang pembelajaran yang dilakukan.
           ~ Profil Kelas : Playgroup (1 kelas)
                     
              TK A             (2 kelas)
                       
            TK B             (3 kelas)
  Perlengkapan di kelas :
- Whiteboard              - Lemari
- Jam Dinding             - Kipas Angin
- Mainan                     - Tong Sampah
- Meja (4-5 buah)       - Hiasan Dinding
D.   POIN-POIN LAPORAN HASIL OBSERVASI
1.     Sebelum Masuk Kelas: Murid  berbaris dan senam yang dipimpin oleh beberapa murid yang sudah dilatih dan para guru mengikuti dari belakang murid-murid yang lain.
Selesai senam, guru memilih murid yang melskuksn senam dengan baik, serta diam dan tertib kuntuk pertama masuk kelas.
Murid-murid sudah diajari untuk mandiri dengan cara meletakkan sepatu sendiri di rak sepatu yang sudah disiapkan.
2.     Di kelas: guru berbicara dengan murid-murid secara lugas dan murid mengerti apa yang dikatakan. Murid juga terlihat menghargai guru yang berbicara tetapi ada beberapa murid yang masih kurang konsentrasi dan tertarik melihat sesuatu yang baru dan berdasarkan body language murid-murid tersebut, mereka terlihat semangat dalam mengikuti setiap kegiatan sekolah.
Materi pelajaran setiap hari mencakup:
-        Pembukaan           : Tanya Jawab            
-        Inti                        : Seni                        Sesuai tema setiap harinya
-        Penutup                 : Menyanyi
3.     Setting ruangan kelas: tata letak barang-barang dan alat-alat belajar tersusun  rapi sehingga kelas terlihat nyaman. Perabotan dan barang-barang di dalam kelas sangat menarik karena berwarna-warni dan terdapat mainan-mainan yang dapat meningkatkan minat murid-murid di setiap kelas.
4.     Setting sekolah secara keseluruhan: Jumlah keseluruhan kelas ada enam yang terdiri dari TK A dua kelas, TK B tiga kelas, dan playgroup satu kelas. Terdapat halaman yang cukup luas untuk murid-murid berbaris atau senam dan terdapat fasilitas berbagai jenis mainan seperti jungkat-jangkit, ayunan, perosotan dan yang lainnya. Murid-murid dapat bermain dalam waktu senggang.

E.    ANALISIS TEORI BELAJAR
Setelah melakukan observasi di TK Khansa ada banyak informasi yang kami peroleh seperti bagaimana cara para guru mengajar, bagaimana proses belajar berlangsung dan apa saja yang dipelajari oleh anak-anak setiap hari.
Menurut kami para guru yang mengajar di sana memiliki cara mengajar yang efektif. Mereka memiliki Pengetahuan dan Keahlian Profesional. Ini dapat terlihat karena:
·       Mereka menguasai materi pelajaran yang disampaikan
·       Mereka memilki strategi pengajaran yang baik dan mampu menarik perhatian anak-anak untuk melihat dan melakukan himbauan mereka. Contohnya, ketika sampai di TK para anak dengan  gembira bermain degan teman-teman mereka, namun ketika pukul 08.00 WIBmereka disuruh untuk berbaris dan mengikuti senam pagi. Walaupun mereka sedang asyik bermain, para guru memiliki strategi untuk mengajak mereka senam dan meninggalkan permainannya.
·       Para guru memiliki keahlian motivasional. Contohnya, ketika beberapa anak ada yang merasa bosan dan tidak melakukan gerakan senam, para guru dengan semangat mengajak mereka untuk senam kembali.
·       Para guru juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Contoh, ketika ada anak yang menangis mereka mampu membujuk anak tersebut.
·        Dari semangat yang terlihat ketika mengajar menunjukkan mereka memiliki komitmen yang tinggi untuk mengajar.
Ada beberapa rangkaian kegitan yang kami observasi di antaranya yaitu:

Senam pagi (Pembelajaran Observasional)
Pembelajaran Observasional juga disebut sebagai imitai atau modelling, adalah pembelajarn yang dilakukan ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain.
Ketika melakukan senam, ada beberapa orang anak yang telah mahir berada di depan anak-anak lain yang sedang berbaris. Merekalah yang menjadi model. Anak-anak lain mengikuti gerakan mereka.
Ada beberapa proses yang terjadi ketika modelling, yaitu:
1.     Atensi
Atensi merupakan proses memberikan perhatian pada perilaku yang dilakukan model.
Dalam observasi kami, terlihat bagaimana anak-anak yang masih kecil khusunya yang berada pada tingkat playgroup memperhatikan gerakan yang dilakukan oleh model yang berada di depan.
2.     Retensi
Retensi merupakan proses mengingat apa yang telah diperhatikan melalui tahap atensi. Di sinilah ingatan atau memory berperan.
Setelah anak-anak memerhatikan gerakan, mereka  terlihat seperti berpikir dari raut wajah mereka. Ini menandakan bahwa mereka mulai mengingat gerakan yang telah mereka lihat dan memasukkannya ke dalam memory.
3.     Produksi
Produksi merupakan proses si mana terjadi peniruan atau imitasi. Di tahap ini mereka menggunakan menggunakan memory mereka. Gerakan yang telah mereka ingat, mereka gunakan untuk  malakukan gerakan yang sama.
Anak-anak terlihat mulai melakukan gerakan senam seperti yang dilakukan oleh model (teman mereka). Namun gerakan yang mereka lakukan tidak sebaik gerakan yang model lakukan, ini sebabkan karena keterbatasan dalam kemampuan kinerja motor mereka. Gerakan akan semakin baik jika anak terus melatih gerakan senam.
4.     Motivasi
Motivasi mmerupakan penguatan atau dorongan yang ada untuk melakukan perilaku. Sering kali anak telah memerhatikan, mengingat dan meniru gerakan model namun Ia tidak termotivasi, ini akan menyebabkan mereka kurang bersemangat ntuk meniru model.
Ini tampak ketika guru memberikan senyuman kepada anak yang melakukan gerakan senam dengan baik. Senyuman inilah yang disebut sebagai penguat (reward). Setelah selesai senam kami juga melihat para guru akan memilih anak-anak yang melakukan gerakan senam dengan baik untuk masuk ke kelas terlebih dahulu. Dan anak-anak yang kurang bagus dalam melakukan senam dan anak-anak yang ribut akan masuk lebih lama. Inilah hukuman (punishment) yang mereka terima. Semakin lama mereka tidak bisa tenang maka semakin lama pula mereka masuk kelas. Hukuman ini membuat para murid lebih tertib dan semangat untuk melakukan senam dengan baik di keesokan harinya.
Di TK ini anak-anak juga mulai diajarkan untuk mandiri, sebelum mereka memasuki ruang kelas, mereka membuka sepatu mereka sendiri dan meletakkannnya di rak yang telah tersedia.
Modelling juga  dilakukan ketika anak-anak menari, mereka menari di sebuah ruangan, ada seorang guru yang memandu mereka. Dengan lincah anak-anak melakukan tarian. Tarian dilakukan oleh sesama anak-anak perempuan, dan anak laki-laki bersama anak laki-laki.
Anak-anak perempuan lebih dahulu menari sedangkan anak-anak laki-laki berada di dalam kelas. Sambil menunggu, mereka disuruh untuk mewarnai gambar. Di sini mereka mengeluarkan kreativitas mereka untuk mencocokkan wana dengan gambar yang mereka pilih.
Keteika anak-anak perempuan selesai menari, anak-anak laki-laki yang mendapat giliran, dan anak-anak perempuan kembli ke dalam kelas untuk mewarnai gambar.
            Praktek Sholat Duha (Teori Vygotsky: Scaffolding)
Scaffolding merupakan teori Vygotsky berupa teknik untuk mengubah level bantuan belajar. Bantuan biasanya dilakukan guru atau teman. Guru yang sebelumnya memberi instruksi langsung lama-kelamaan tidak memberikan instruksi lagi, karena para murid telah mengerti membuat kreativitas sendiri, saat kemampuan meningkat maka semakin sedikit bimbingan yang diberikan.
Dalam observasi, kami melihat ketika melakukan sholat duha mereka berbaris di dalam satu ruangan baik anak TK A, TK B, maupun playgroup.
Ada seorang guru yang mamandu di depan kelas, dan guru-guru lainnya berbaur dengan murid untuk mengawasi mereka ketika melakukan sholat. Ada yang berada di belakang, di samping, dan di tengah-tengah anak-anak.
Ketika sholat dimulai guru yang memandu di depan memberi instruksi langsung, dengan membaca niat sholat. Dengan spontan semua anak ikut membaca niat sholat. Dilanjutkan dengan membaca Al-Fatihah, surat pendek, dan yang lainnya.
Ketika melakukan sholat ada beberapa anak yang bermain dengan temannya, dengan lembut guru tersebut menyuruh anak itu melakukan sholat kembali. Namun ada juga anak yang tidak mendengar teguran lembut dari guru, sampai guru tersebut membantu anak untuk melakukan gerakan sholat.
Selesai sholat, guru kembali memberi instruksi dengan mengucapkan dzikir, anak-anak langsung mengikuti berdzikir juga.
Ketika semua murid telah mengucapkan dzikir, lama kelamaan guru berhenti berdzikir dan membiarkan mereka untuk melakukan dzikir sendiri. Namun jika mereka mulai terlihat tidak bersemangat guru kembali ikut berdzikir dan anak-anak semangat kembali.
Konteks Sosial dan Perkembangan Sosioemosional (Teori Rentang Hidup Erikson)
            Menurut Erikson ada delapan tahap perkembangan manusia, anak-anak TK Khansa berada dalam rentang umur 3-5 tahun. Berdasarkan teori Eriksom mereka berada dalam tahap inisiatif vs. rasa bersalah (kanak-kanak awal).
            Dalam tahap ini anak-anak menjadi lebih aktif dan tindakannya memiliki tujuan. Di sini mereka akan mulai bertanggung jawab, untuk memunculkan rasa tanggung jawab membutuhkan inisiatif. Anak akan mengembangkan rasa bersalah apabila mereka tidak bertanggung jawab atau cemas.
            Dalam observasi kami melihat ketika ada anak yang terlambat mereka bersikap diam, menundukkan kepala, merasa malu, dan ragu untuk bergabung senam pagi dengan teman-temannya.
            Anak-anak TK Khansa juga memiliki rasa inisiatif. Tanggung jawab yang mereka menunjukkan inisiatif tersebut. Setelah bertanya pada guru-guru, kami mengetahui bahwa mereka latihan menari karena keesokan harinya mereka akan mengikuti lomba menari.
           
TK Khansa tidak hanya menuntut anak untuk belajar, namun mereka juga memahami bahwa dalam tahap ini anak-anak lebih mengembangkan diri mereka dengan bermain dan berinteraksi dengan teman sebayanya. Para guru tidak pernah memarahi anak jika terkadang mereka bermain atau tidak fokus dalam pembelajran. Pada hari sabtu anak-anak juga diajak untuk menonoton film bersama. Film yang disajikan juga film yang sesuai dengan umur dan perkembangan anak.
Bagi anak-anak yang berada dalam tingkat playgroup juga tidak dibebani dengan pelajaran. Mereka hanya diajarkan bagaimana memegang pensil, menulis. Namun mereka lebih dominan dibebaskan untuk bermain.
F.     KESIMPULAN
Kesimpulan Kelompok:
·       Pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai metode, dan metode yang digunakan juga harus sesuai dengan jenis pembelajaran yang akan dipelajari.
·        Bagi anak-anak TK, keefektifan dan pengetahuan guru juga sangat dibutuhkan karena pada tahap usia ini, mereka lebih cepat mempelajari sesuatu jika dilihat secara langsung. Kita dapat menggunakan Teori Behaviouris : Modelling dan Vygotsky (Scaffolding).
·        Pembelajaran ini sangat efektif bagi anak-anak yang berada pada tahap inisiatif vs malu dan ragu.
Kesimpulan Pribadi
Sistem pembelajaran yang diterapkan di TK Khansa Medan ini menurut pemikiran saya sudah cukup bagus, karena di TK ini, murid-murid tidak cuman dididik atau ditekan dari sisi kognitif saja. Mereka juga belajar bagaimana cara sholat dan menari.
Kemampuan anak-anak atau bakat alami anak-anak juga dapat dikembangkan dengan baik karena adanya dukungan dari sekolah. Anak-anak juga diajarkan bagaimana berkomitmen dalam melakukan suatu hal. Hal ini saya lihat dari bagaimana mereka serius dalam melakukan latihan menari yang akan mereka perlombakan pada lomba menari nantinya.
Dan pada kesempatan ini juga, saya juga belajar bagaimana teamwork kelompok kami(Kelompok 4) dapat tercipta, dari proses mencari waktu yang pas dari kelima orang, pergi bersama dalam meninjau sekolah yang akan kami observasi, hari kami akan melakukan observasi hingga proses kita mengerjakan makalah dan slide kita bersama.
Saya rasa itu saja kesimpulan pribadi dari saya. Terima kasih.  

G. DOKUMENTASI

 










Wednesday, March 26, 2014

15 Food to Lift Up Your Brain !

It's all about food that will made you smarter and healthier !

Believe it or not, that the food you consume, really affect the development and health of your brain. What kind of food that make you smarter ? Here I will tell you some of it:

 
  • Oatmeal Cookies
    Snacking indeed can make your weight increases, but try healthy snacking!
    Cookies that are made of oatmeal can be a healthy choice. Besides that the fat content is low, oatmeal is good and easy for your body to consume and digest, especially
    in the morning. The Omega-3 and protein content are useful to improve your intelligence. Oatmeal is also rich in fiber which is good for the body.
  • Yogurt
    Frozen Yogurt is so yummy!
    So, It's not surprising that many people are in love with yogurt.
    Behind the refreshing sour taste, yogurt is rich of nutrition, protein, calcium, riboflavin, vitamin B6 and vitamin B12. Eventhough it is produced from the fermentation of milk, yogurt is still good for the body, especially for brain development.



  • Coffee
    It turns out that caffeine contained in coffee has a positive effect for increasing the brain work. Drink 2 cups of coffee a day and get the advantages.


  • Blueberries

    For blueberry lovers, this is good news for you.
    Blueberries contain antioxidants which turns out to relieve stress and make you stay young. According to the research, blueberry can prevent free radical, that make the body healthier and the brain work more maximum.
  • Tea

    Not just coffee, teas also contain caffeine, but at the levels that are not as much as coffee. Caffeine in teas have the function to increase blood flow to the brain, that make us more focused and able to think clearly. Drink a cup of tea when you are in bad mood can also lift up your mood. It is recommended to drink not more than 3(three) cups a day, for the best results

  • Avocado

    This green coloured fruit contain antioxidant and amino acid (protein) that are very useful to maintain stamina and physical health. Consuming fresh avocado juice can provide good impacts for the improvement in brain.



  • Pomegranate juice
    Are you a juice lover ? Try this pomegranate juice, beside the fresh color of this fruit, it has a lot of benefits/advantage.


  • Oysters

    Mmm, it's not everytime that delicious food is not healthy. The proof is, Oysters, this super yummy seafood is rich in good substances like selenium, magnesium, and protein which can nourish the brain. This savory taste, make seafood lover addicted, plus the benefits that can make your body healthier, as long as you consume it in normal level.



  • Tuna

    Tuna contains a high Omega 3 substance, so it is not surprising that tuna is considered the fish that has one thousand and one benefits for health. Tuna has a lot of nutritional value. The
    protein levels almost double the protein content in eggs, which is known as the primary protein source.

  • Milk
    It has been our favourite beverage for most of us since we were still a little kid. Milk has a thousand benefits for health. Besides it is good for beauty, high content of calcium in this drink can strengthen bones and teeth, as well as neutralize toxins in food. It's great, isn't it ?

  • Chocolate

    Apart from antioxidant, caffeine and serotonin which can give the feeling of comfortable and happy, dark chocolate also contains high enough fiber and sanify cardiovascular system. It means that your brain and mind are more healthier.

  • Tomato

    This red tomato is so good, to brain-boosting your brain. The lycopene and antioxidant content inside is superfine for body health and make brain works optimally.
  • Mango

    Mango is actually from India, and it is the source of beta cryptoxanthin. Apart from that, mango also contain vitamin C and E, which is good for skin and body metabolism.


  • Cheese


    This food is said from Holland is delicious, espicially if it is added to bread or pasta. Cheese contains protein, vitamin, calcium, calorie and fat.


  • Egg
    Egg is delicious in all the way it is cooked. Also the nutrition benefits that can provide energy, not just for your body, but your brain too.
    The content of selenium in organic eggs is proved to improve mood when you are bad.


Saturday, March 22, 2014

Teori Perkembangan Vygotsky dalam Diri Masing-Masing

Hi Temen Temen ! Postingan kali ini berupa tugas dari Psikologi Pendidikan.
Dalam tugas ini, kami semua dibagi menjadi 16 kelompok dengan tiap kelompok beranggotakan 5 (lima) orang, dan saya sendiri berada di kelompok 4 (Empat), dengan anggota sebagai berikut (dapat diklik nama dibawah, agar dapat ke blognya) :
Dalam postingan kali ini, saya akan menulis tentang teori perkembangan Vygotsky dalam diri kita masing-masing, kebanyakan dari temen-temen semua pasti belum tau siapa Vygotsky. Siapa sih itu Vygotsky ? Nah, saya akan terlebih dahulu memperkenalkan siapakah beliau ?



Nama lengkapnya, Lev Semyonovich Vygotsky, lahir di Orsha, Russian Empire (sekarang Belarus) pada tanggal 17 November 1896. Dan sayangnya, Vygotsky meninggal muda pada usianya yang ke-37 di Moscow, USSR tanggal 11 Juni 1934.
Beliau adalah seorang psikolog yang berasal dari Rusia, pencetus Psikologi Sejarah-Budaya.
Dari teori dan metode yang dicetuskan oleh Vygotsky, saya akan mengambil metode Scaffolding untuk topik bahasan postingan kali ini.

Metode Scaffolding adalah bantuan/dukungan yang diberikan oleh orang-orang yang berada di sekitar kita dalam mengajari kita sesuatu, orang-orang yang membantu kita, bisa juga adalah guru kita, orang tua kita dan keluarga kita. Bantuan / dukungan yang kita terima ini hanya bersifat sementara / temporary saja, karena bantuan tersebut akan tidak lagi kita terima apabila kita sendiri sudah dapat melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Dan dukungan yang kita terima ini bersifat bertahap, dari tahap pertama sampai tahap terakhir.
Dukungan yang akan saya ceritakan kepada teman-teman adalah dukungan / bantuan yang saya terima  dari guru TK saya. Sewaktu TK, tentulah kita semua pernah melewati tahap ini dengan metode Scaffolding.
Pada waktu TK B, kita semua hanya tau angka-angka saja dan tidak tau sama sekali tentang pengoperasian Matematika, dan pada saat TK B inilah, guru-guru mengajarkan secara pelan dan bertahap bagaimana menjumlahkan dan mengurang. Pertama-tama, kita semua pasti kebingungan dan guru kita mengajari dengan menghitung menggunakan tangan agar memudahkan kita dalam proses pembelajaran tersebut.

Dan, guru kita memberikan latihan yang banyak agar kita dapat dengan cepat memahami pengoperasian penjumlahan dan pengurangan. sehingga pada akhirnya setelah kita dapat menjumlah dan mengurangi sendiri, guru kita tidak akan memberi bantuan dalam membantu kita dalam menyelesaikan soal penambahan dan pengurangan, melainkan mengajarkan pengoperasian matematika yang lain. Sehingga dalam proses penjumlahan dan pengurangan kita hanya dapat bergantung pada diri sendiri.
Sama halnya dengan belajar berenang pada anak kecil, pada tahap pertama pembelajaran, guru yang mengajari akan memegangi bagian dada anak kecil, kemudian membantu anak belajar bagaimana menyepak di dalam air, kemudian perlahan mengajari bagaimana anak melihat di dalam air,dan bagaimana mengambil nafas.
Perlahan anak sudah bisa berenang tanpa bantuan gurunya, dan guru akan berhenti memberikan bantuan tsb. Itulah yang dimaksudkan dengan Scaffolding.





Sebenarnya dalam teori perkembangan Vygotsky terdapat 3 unsur utama, yaitu : ZPD (Zona Perkembangan Proksimal), Konsep Scaffolding, Bahasa dan Pemikiran.
Tapi yang saya bahas disini cuman Konsep Scaffolding.
Jadi, saya hanya akan menjelaskan secara singkat tentang ZPD, Bahasa dan Pemikiran
Zona Perkembangan Proksimal adalah istilah Vygotsky untuk rangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak seorang diri tetapi dapat diipelajari dengan bantuan dan bimbingan orang dewasa atau anak-anak yang terlatih. Menurut teori Vygotsky, Zona Perkembangan Proksimal merupakan celah antara actual development dan potensial development, dimana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. Batas bawah dari ZPD adalah tingkat keahlian yang dimiliki anak yang bekerja secara mandiri. Batas atas adalah tingkat tanggung jawab tambahan yang dapat diterima oleh anak dengan bantuan seorang instruktur. Maksud dari ZPD adalah menitikberatkan ZPD pada interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan anak. - See more at: http://utamitamii.blogspot.com/2012/04/teori-perkembangan-kognitif-vygotsky.html#sthash.Xpmr8IGK.dpuf
- Konsep ZPD (Zona Perkembangan Proksimal / Zone Proximal Development)
  ZPD adalah istilah Vygotsky untuk rangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak seorang diri tetapi dapat dipelajari dengan bantuan dan bimbingan orang dewasa atau anak-anak yang terlatih. 
- Bahasa dan Pemikiran 
   Menurut Vygotsky, anak menggunakan pembicaraan bukan saja untuk komunikasi sosial, tetapi juga untuk membantu mereka menyelesaikan tugas. Lebih jauh, Vygotsky yakin bahwa anak pada usia dini menggunakan bahasa untuk merencanakan, membimbing dan memonitor perilaku mereka.

Okay, saya kira cuman itu saja yang bisa saya tuliskan dan bagikan kepada teman-teman semua tentang teori perkembangan menurut Vygotsky.
Thanks ya sudah meluangkan waktu untuk membaca pokok bahasan yang saya tuliskan.
~xoxo <3

Monday, March 17, 2014

Intro.. Introduction

Hi Hi Hi.... and Hi !!! How are u all doing ? I hope it's fine.
I've posted 3 postings, but yet till now, I haven't got a chance to introduce myself to all of you. (sorry)
My name is Evelyn. You can call me Eve, Evel, Epel, Velyn, and Lyn. But I prefer Evelyn.Also, I'm an Indonesian, living in Medan.
I'm going 19 this August 2014. And I'm on my first year of my university, semester 2, majoring in Psychology at University of Sumatera Utara (USU). Hope that I will get my bachelor degree in 3 or 3,5 years ahead, kay ? God Bless, Amen.
I have one elder sister, and she is 3 years older than me.
I think that is enough for now

Here I will post some pictures of me with my friends from university and my sister.

Thanks and GooodBye..       

~xoxo ( hug and kiss )

Did You Know (2) ? Cukang Taneuh a.k.a Green Canyon Indonesia


Most of us don't know and even haven't heard the name of CUKANG TANEUH. But if I said GREEN CANYON Indonesian version, maybe some of you have already heard about it.
It is located at Kertayasa Village, Ciamis, West Java.


This canyon is formed from soil erosion due to Cijulang watershed for millions of years to go through the cave with stalactites and stalaknit dazzling and flanked by two hills with rocks and trees presents challenging and unique natural attractions. The views are really breathtaking. A-must-have in our holiday destination list !

Tuesday, March 11, 2014

Psikologi Pendidikan dengan Teknologi


Halo menTemen semuanya, kali ini saya, Evelyn, akan memposting tentang hubungan psikologi pendidikan dengan technology a.k.a Teknologi! Ya pasti tentunya temen-temen sudah tau pengertian dari psikologi pendidikan bukan ? Kalau masih ada yang belum tau, ya tidak apa-apa, ini akan saya tuliskan pengertiannya dan pendahuluannya terlebih dahulu, kemudian baru dilanjutkan dengan membahas topik bahasan kita.
Jadi, psikologi pendidikan adalah cabang dari ilmu psikologi yang memfokuskan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam ruang lingkup pendidikan. Nah, sekarang sudah tau tentang pengertiannya. Apakah kalian tau siapa-siapa aja tokoh-tokoh yang mendirikan bidang psikologi pendidikan ? Yaitu William James, John Dewey dan Edwaard Lee Thorndike,lebih dikenal dengan sebutan Thorndike. (Maaf, Sorry, kurang foto Thorndike nya (: )
William James
John Dewey
Dan teknologi memiliki pengertian yakni benda-benda, alat-alat, yang dibuat oleh manusia untuk memudahkan realisasi dalam dunia ini. Saya rasa pendahuluannya cukup dibahas sampai disini.
Sekarang mari kita bahas tentang hubungan psikologi pendidikan dengan teknologi, sudah merupakan hal yang umum kita ketahui bahwa pendidikan sekarang kebanyakan sudah melibatkan peran teknologi didalamnya. Sebut saja pendidikan / pengajaran di TK (Taman Kanak-kanak) sekarang, sudah ada yang menggunakan komputer (e-learning) untuk merangsang pemikiran / cara pikir anak-anak kecil dan menumbuhkan kreatifitas anak-anak.
Apalagi anak-anak SD (Sekolah Dasar) sekarang, kebanyakan sekolah sudah memiliki lab.komputer, sehingga anak-anak dapat belajar menggunakan komputer dan lebih efisien, dan sudah banyak pula guru-guru yang menggunakan cara presentasi untuk mengajar anak-anak SD, SMP, dan SMA. Tidak sama seperti pada zaman saya TK dan SD, pada waktu itu, kita masih tidak memerlukan teknologi untuk membantu pembelajaran kita.

Coba saja temen-temen bertanya kepada adik-adik yang masih berada di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama), pasti sudah ada beberapa mata pelajaran yang tugas-tugasnya harus diselesaikan menggunakan komputer dan dibantu dengan artikel-artikel dari internet.
Pada masa SMA (Sekolah Menengah Atas) kita sudah banyak menggunakan bantuan teknologi untuk membantu kita dalam menyelesaikan tugas-tugas, dan banyak pula guru-guru SMA yang melakukan proses belajar-mengajar dengan teknologi dan akses internet, sehingga kita tidak merasa asing / tidak bisa ketika memasuki dunia perkuliahan karena sewaktu kita masih bersekolah, guru-guru di sekolah juga sudah sering menggunakan cara pengajaran yang sama.
Tapi, ada pula dampak-dampak negatif yang terdapat pada anak-anak sekolah / pelajar karena kebanyakan menggukan internet maupun teknologi, contohnya :
  • Anak-anak menjadi malas dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah mereka, seperti halnya mereka hanya akan mencontek dari internet dan tidak mengerjakannya sendiri.
  • Kecanduan internet. Anak-anak maupun pelajar sekarang kebanyakan menghabiskan sebagian besar waktu mereka dalam dunia maya / internet. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya game online, dan warnet-warnet yang beredar di mana-mana.
  • Akses pornografi. Ini merupakan salah satu faktor paling tidak baik atau dengan kata lain terburuk. Anak-anak yang sewaktu kecil pernah mengakses pornografi melalui internet, sewaktu besar dapat mempraktekkan hal tersebut, sehingga terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan seperti free sex, dan sebagainya.
  • Membolos sekolah. Sudah banyak sekali pelajar yang melakukan hal ini, contohnya sewaktu saya duduk di bangku SMP, ada seorang teman saya yang kecanduan bermain game online, sehingga dia bolos. Dan konsekuensinya, bapak wali kelas dan guru BK kami memanggil orang tuanya ke sekolah, dan temen saya itu mendapat hukuman, yaitu di skors.
  • Dan masih banyak lainnya yang mungkin dapat dibahas pada topik-topik yang akan datang. 
Itulah hubungan psikologi pendidikan dengan teknologi masa kini / sekarang. Kiranya kita semua dapat menggunakan teknologi dan internet dalam mengerjakan hal-hal yang berguna, sehingga dapat menimbulkan dampak positif bukannya dampak negatif ya. 
Dan sekarang, topik bahasan telah kita bahas bukan ?  Terima kasih ya kepada teman-teman yang sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca artikel yang saya buat yang berhubungan dengan psikologi pendidikan dan teknologi.
Semoga bermanfaat , Good Luck and God Bless menTemen !!!